Langsung ke konten utama

Translate

Hadits Ahmad No. 11305

"Setelah Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam membagi-bagikan (harta fai`) kepada orang-orang Quraisy dan kabilah-kabilah arab, sedangkan orang-orang Anshar tidak mendapatkan apa-apa, maka dalam hati mereka pun muncul kemarahan hingga banyak ucapan-ucapan yang tidak enak keluar. Sampai-sampai salah seorang dari mereka berkata; "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam telah bertemu dengan kaumnya!" maka Sa'd bin Ubadah menghadap Rasulullah seraya berkata; "Wahai Rasulullah, sesungguhnya timbul di dalam hati penduduk wilayah ini (Anshar) kemarahan kepadamu, karena keputusan yang engkau buat berkenaan dengan harta fai` yang engkau dapat, engkau telah membagi-bagikan kepada kaummu dan memberikan kepada kabilah-kabilah arab dengan pemberian yang banyak, sedang penduduk wilayah ini tidak mendapatkan apa-apa, " beliau bersabda: "Lalu dalam masalah ini engkau sendiri bagaimana wahai Sa'd?" Sa'd berkata; "Wahai Rasulullah, aku hanyalah bagian dari kaumku." Beliau bersabda: "Kumpulkanlah kaummu untuk menghadapku di kandang ternak ini." Abu Sa'id berkata; "Lalu datanglah beberapa laki-laki dari kaum muhajirin namun beliau mengabaikannya, lalu mereka masuk dan datang lagi yang lain namun beliau tetap menolak. Maka ketika orang-orang Anshar telah berkumpul, Sa'd mendatangi beliau dan berkata; "Orang-orang Anshar telah berkumpul untukmu wahai Rasulullah, " Abu Sa'id berkata; "Lalu beliau mendatangi mereka, beliau lalu mengucapkan tahmid dan memuji Allah dengan pujian-pujian yang layak untuk-Nya. Setelah itu beliau bersabda: "Wahai orang-orang Anshar, telah sampai kepadaku ucapan-ucapan yang tidak enak, serta kebencian yang kalian dapatkan dalam hati kalian, bukankah aku datang sedang kalian dalam kesesatan lalu aku beri petunjuk? Kalian dalam keadaan fakir lalu Allah kayakan kalian? Kalian saling bermusuhan lalu Allah satukan hati kalian?" Mereka menjawab, "Bahkan, Allah dan Rasul-Nya lebih berharga dan utama, " beliau bersabda: "Tidak maukah kalian memenuhi panggilanku wahai kaum Anshar?" mereka menjawab; "Dengan apa kami harus memenuhi penggilanmu wahai Rasulullah, sedang keutamaan ada pada Allah dan Rasul-Nya?" beliau bersabda: "Demi Allah, sekiranya kalian mau, kalian akan mengatakannya, kalian benar-benar akan berkata jujur dan kalian dipercaya; 'engkau datang kepada kami dalam keadaan didustakan lalu kami membenarkanmu, engkau datang dalam keadaan dihinakan lalu kami menolongmu, engkau diusir lalu kami memberimu tempat, engkau dalam keadaan kekurangan lalu kami mengkayakanmu." Wahai kaum Anshar, apakah kalian mendapatkan dalam hati kalian sesuatu terhadap sisa harta dunia (harta fai`) yang dengannya aku melunakkan suatu kaum agar mereka mau masuk Islam, dan aku serahkan keIslaman kalian kepada kalian? Wahai kaum Anshar, tidak ridlakah kalian jika orang-orang kembali dengan membawa kambing dan unta sedang kalian kembali ke rumah kalian dengan membawa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam? Demi Dzat yang jiwa Muhammad ada dalam genggaman-Nya, kalau bukan karena hijrah sungguh aku adalah bagian dari orang Anshar, sekiranya manusia melewati suatu lembah lalu orang-orang Anshar melewati lembah yang lain, maka aku akan melewati lembah yang dilalui orang Anshar. Ya Allah, sayangilah orang-orang Anshar, anak-anak Anshar, serta anak cucu Anshar." Abu Sa'id berkata; "Maka menangislah orang-orang Anshar hingga jenggot mereka basah, lalu mereka berkata; "Kami rela Rasulullah sebagai bagian kami, " Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam kemudian berlalu dan kami juga membubarkan diri."

(HR. Ahmad: 11305)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Larangan Meludah Dalam Masjid

Semua hadits Diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu'anhu "Bahwa Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam melihat dahak pada dinding arah kiblat masjid. Lalu beliau menghadap kepada orang-orang seraya bersabda, 'Bagaimana pendapat kamu semua, ada orang sedang shalat menghadapi Rabbnya, lalu dia meludah ke hadapanNya? Senangkah kamu jika kamu sedang dihadapi seseorang, lalu orang itu meludahi mukamu? Karena itu jika salah seorang dari kalian meludah ketika shalat, maka hendaklah dia meludah ke kiri atau ke bawah kakimu. Jika itu tidak mungkin, maka hendaklah dia mengatakan demikian, lalu al-Qasim memberikan gambaran contohnya, lalu dia meludah ke sapu tanganmu, kemudian mengusap sebagiannya pada sebagian yang lain." dari Anas bin Malik dia berkata, "Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam bersabda, 'Apabila salah seorang dari kalian di dalam shalat maka dia sedang bermunajat kepada Rabbnya, janganlah dia meludah di hadapannya, dan j...

Hadits Bukhari No. 128

"Sesungguhnya di antara pohon-pohon ada satu pohon yang tidak jatuh daunnya, dan itu adalah perumpamaan bagi seorang Muslim. Ceritakan kepadaku pohon apakah itu?" Maka orang-orang menganggapnya sebagai pohon-pohon yang ada di lembah, sedangkan menurut perkiraanku bahwa itu adalah pohon kurma." 'Abdullah berkata, "Tetapi aku malu (untuk mengungkapkannya). Lalu orang-orang berkata, "Wahai Rasulullah, beritahukan kami pohon apakah itu?" Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pun menjawab: "Dia adalah pohon kurma." 'Abdullah berkata, "Kemudian aku ceritakan hal itu kepada bapakku, Maka bapakku berkata, "Aku lebih suka bila engkau ungkapkan saat itu dari pada aku memiliki begini dan begini." (HR. Bukhari: 128)

Hadits Malik No. 951

"Kamu telah menulis surat kepadaku dengan menanyakan tentang bagian kakek dari harta warisan. Maka Allah yang lebih tahu, sebab yang demikian itu belum ada yang memutuskan kecuali para Amir yakni para khulafa'. Saya pernah hidup semasa dengan dua Khalifah sebelummu, yang keduanya telah memberikan bagian untuk kakek setengah bersama satu saudara laki-laki dan sepertiga jika bersama dua saudara laki-laki. Jika saudara laki-laki itu banyak jumlahnya maka hal tersebut tidak mengurangi sepertiga dari bagiannya. (HR. Malik: 951)